You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Bongan
Logo Desa Bongan
Desa Bongan

Kec. Tabanan, Kab. Tabanan, Provinsi Bali

Sistem Informasi Desa Bongan Kecamatan Tabanan Kabupaten Tabanan Provinsi Bali - www.bongan.desa.id

Joged Bisama Legong: Tarian Sakral Warisan Leluhur

Administrator 14 Juni 2025 Dibaca 778 Kali
Joged Bisama Legong: Tarian Sakral Warisan Leluhur

Joged Bisama: Tarian Sakral Warisan Leluhur

Joged Bisama merupakan salah satu tarian sakral yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa kami. Tarian ini termasuk ke dalam jenis tari wali, yaitu tarian suci yang dipentaskan sebagai bagian dari upacara keagamaan, khususnya dalam rangkaian Upacara Dewa Yadnya seperti Pujawali, maupun Upacara Manusa Yadnya seperti Tiga Bulanan dan Otonan. Selain itu, Joged Bisama juga sering ditarikan saat masyarakat melaksanakan niat untuk membayar kaul (Mesesangi).

Yang menjadi keunikan sekaligus ciri khas dari tarian ini adalah bahwa Joged Bisama hanya boleh dibawakan oleh anak-anak perempuan yang belum akil balig atau belum mengalami menstruasi. Hal ini menegaskan kemurnian dan kesucian penari sebagai syarat utama dalam pementasan tarian ini. Tarian ini tidak boleh dipentaskan pada saat terdapat warga yang mengalami kedukaan, seperti meninggal dunia, karena dalam keadaan tersebut dianggap sedang dalam kondisi cuntaka atau tidak suci secara adat. 

Joged Bisama bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari praktik spiritual dan penghormatan kepada leluhur serta kekuatan suci yang diyakini oleh masyarakat. Melestarikan tarian ini berarti menjaga jati diri dan warisan budaya desa agar tetap hidup dan bermakna dari generasi ke generasi. Sebelum Tari Joged Bisama ditampilkan, diawali dengan persembahan Tabuh Liar Samas yang mana merupakan tabuh yang menggambarkan akan kehidupan warga masyarakat Bongan Jawa yang kental akan rasa kekeluargaan dan gotong royong sebagai salah satu bagian dari dinamika kehidupan.

Joged Bisama mengisahkan tentang adanya seorang raja dari Kerajaan Metaum Pura bernama Prabu Lasem bertemu dengan seorang putri cantik yang bernama Diah Rangkesari putri cantik dari kerajaan Daha. Prabu Lasem pun jatuh cinta pada Diah Rangkesari dan langsung melamarnya akan tetapi Diah Rangkesari menolak karena ia sudah bertunangan dengan Raden Inu Kerta Pati, putra mahkota dari Kerajaan Jenggala Pura. Akhirnya Prabu Lasem marah dan menyatakan perang dengan kerajaan Daha, dan Kakak Diah Rangkesari yang merupakan Raja dari kerajaan Daha pun siap berperang melawan Prabu Lasem, ketika jelang berperang seekor burung gagak menyerangnya dan berusaha menghalanginya yang menandakan sebuah pertanda buruk, akan tetapi Prabu Lasem tidak menghiraukannya dan tetap maju berperang, kemudian Prabu Lasem pun tewas dalam pertempuran melawan raja Daha.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2025 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 0,00 Rp 2.639.864.400,00
0%
Belanja
Rp 0,00 Rp 1.650.417.469,45
0%
Pembiayaan
Rp 0,00 Rp 156.928.310,86
0%

APBDes 2025 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 0,00 Rp 516.400,00
0%
Dana Desa
Rp 0,00 Rp 1.129.837.000,00
0%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 338.393.000,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 0,00 Rp 847.537.000,00
0%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 0,00 Rp 130.200.000,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 0,00 Rp 157.800.000,00
0%
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Antar Desa
Rp 0,00 Rp 24.581.000,00
0%
Hibah Dan Sumbangan Dari Pihak Ketiga
Rp 0,00 Rp 2.000.000,00
0%
Bunga Bank
Rp 0,00 Rp 9.000.000,00
0%

APBDes 2025 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 0,00 Rp 624.540.000,00
0%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 0,00 Rp 696.834.469,45
0%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 0,00 Rp 230.443.000,00
0%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 0,00 Rp 98.600.000,00
0%